Hak Pekerja jika terkena PHK akibat Peleburan/Penggabungan/Pengambilalihan/Pemisahan Perusahaan

8 10 2011

Di zaman globalisasi yang penuh dengan persaingan yang menuntut setiap orang bahkan perusahaan maupun industri untuk bersaing ketat dan terus maju, membuat setiap perusahaan harus melakukan inovasi di berbagai bidang agar tetap bertahan di pasar bahkan agar memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi.

Pelaku usaha sebagai subyek ekonomi senantiasa berupaya untuk memaksimalkan keuntungan dalam menjalankan usahanya (maximizing profit). Memaksimalkan keuntungan akan diupayakan oleh pelaku usaha dengan berbagai cara, diantaranya adalah dengan metode Penggabungan, peleburan, pengambilalihan perusahaan.

Penggabungan,Peleburan, Pengambilalihan dan Pemisahan

Apa yang dimaksud dengan Penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan perusahaan?

Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas memberikan definisi tentang Penggabungan, yaitu perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnya status badan hukum Perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.

Pasal 1 angka 10 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas memberikan definisi tentang Peleburan, yaitu perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua Perseroan atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan baru yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan yang meleburkan diri dan status badan hukum Perseroan yang meleburkan diri berakhir karena hukum.

 

Pasal 1 angka 11 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas memberikan definisi tentang Peleburan, yaitu perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham Perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas Perseroan tersebut.

 

Sedangkan Pasal 1 angka 12 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas memberikan definisi tentang Pemisahan, yaitu perbuatan hukum yang dilakukan oleh Perseroan untuk memisahkan usaha yang mengakibatkan seluruh aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada dua Perseroan atau lebih atau sebagian aktiva dan pasiva Perseroan beralih karena hukum kepada satu Perseroan atau lebih.

Perhatikan Kepentingan Pihak-Pihak Tertentu

Undang-Undang memberikan kebebasan bagi setiap perusahaan untuk melakukan penggabungan/peleburan/pengambilalihan/pemisahan. Namun, Pembentuk Undang-Undang mengatur bahwa setiap perbuatan tersebut di atas, tidak boleh merugikan beberapa pihak. Hal ini diatur dalam Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang berbunyi:

Perbuatan hukum Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, atau Pemisahan wajib memperhatikan kepentingan:

a. Perseroan, pemegang saham minoritas, karyawan Perseroan;
b. kreditor dan mitra usaha lainnya dari Perseroan; dan
c. masyarakat dan persaingan sehat dalam melakukan usaha.

Nasib Karyawan/Pekerja Perseroan

Jika terjadi penggabungan/peleburan/pengambilalihan/pemisahan, maka salah satu hal yang paling disoroti adalah mengenai pekerja/karyawan perusahaan-perusahaan tersebut. Apakah tindakan yang mereka lakukan menyebabkan putusnya pekerjaan seseorang (Pemutusan Hubungan Kerja-PHK), yang notabene adalah mata pencahariannya untuk menghidupi kehidupannya dan keluarganya.

Karena itu, dalam Pasal 151 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan mengatur bahwa “Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja

Namun, seandainya PHK tidak dapat dihindarkan, maka Undang-Undang Ketenagakerjaan mengatur mengenai komponen uang yang harus dibayar oleh Pengusaha. Hal itu terdapat dalam Pasal 163 ayat (1) dan (2) UU No. 13 Tahun 2003 yang berbunyi,

(1) Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh

dalam hal terjadi perubahan status, penggabungan, peleburan atau perubahan

kepemilikan perusahaan dan pekerja/buruh tidak bersedia melanjutkan hubungan

kerja, maka pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 1(satau) kali sesuai

ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan

Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat

(4).

(2) Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh

karena perubahan status, penggabungan, atau peleburan perusahaan dan pengusaha

tidak bersedia menerima pekerja/buruh di perusahaannya, maka pekerja/buruh

berhak atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang

penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan dalam Pasal 156 ayat (3), dan uang

penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4).

Namun perlu diingat, ketentuan pembayaran yang diatur oleh UU di atas bersifat normatif. Maksudnya, hal itu adalah ketentuan minimal yang harus dibayarkan oleh Pengusaha. Pengusaha tidak boleh membayar lebih rendah/kecil dari ketentuan Undang-Undang tersebut. Namun, apabila hasil negosiasi antara Pengusaha dan Pekerja sampai pada titik kesepakatan yang lebih tinggi dari ketentuan tersebut, hal itu sangat diperbolehkan oleh Undang-Undang.

Jadi, seandainya terjadi penggabungan/peleburan/pengambilalihan/pemisahan perusahaan, maka pekerja dapat menuntut hak nya tersebut, dan jika dimungkinan dengan negosiasi menghasilkan pembayaran yang lebih tinggi dari ketentuan.

Demikian penjelasan singkat dari saya. Semoga bermanfaat. Tuhan Yesus memberkati.

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Perundang-undangan

  • Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: