Pengakuan/Pengesahan Anak Luar Kawin

4 08 2011

Apabila ada lahir seorang anak dari pasangan yang belum menikah, maka anak itu berstatus anak luar kawin. Berdasarkan UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 43 ayat (1), ”Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya.” apa artinya? Artinya adalah, sang anak hanya terikat hubungan hukum, baik hak dan/kewajiban dan hubungan hukum lainnya dengan ibunya dan keluarga ibunya. Tetapi anak tersebut tidak mempunyai hubungan perdata dengan ayahnya. Anak tersebut tidak dapat mewaris dari ayahnya maupun keluarga ayahnya.

Hanya ada 2 (dua) cara seorang anak luar kawin bisa mempunyai hubungan perdata dengan ayah biologisnya, yaitu dengan pengakuan atau dengan pengesahan.

Dengan pengakuan yang dilakukan terhadap seorang anak luar kawin, timbullah hubungan perdata antara si anak dan bapak atau ibunya.” (Pasal 280 KUHPerdata). Pengakuan dapat dilaksanakan dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan mengakui melalui akta ontentik, maupun dilakukan dihadapan pegawai catatan sipil ketika kedua orang tua anak tersebut melakukan perkawinan.

Apa akibat hukum dari dilakukannya pengakuan?

  • Antara orang tua yang mengakui anak luar kawin tersebut dan anak luar kawin tersebut timbul hubungan hukum antara orang tua dan anak
  • Muncul perwalian terhadap anak luar kawin tersebut kepada orang tua yang mengakui anak tersebut
  • Anak tersebut berhak memakai nama keluarga dari orang yang mengakui anak tersebut
  • Orang tua yang mengakui wajib memberi nafkah kepada anak yang diakuinya tersebut
  • Anak tersebut berhak menjadi ahli waris dengan bagian tersendiri dari orang tua yang mengakuinya tersebut

Pengesahan anak luar kawin adalah tahapan lebih lanjut setelah pengakuan. Pengesahan adalah suatu cara agar anak luar kawin yang diakui berubah statusnya menjadi anak sah dan mempunyai hak-hak yang sama dengan anak-anak sah.

Pengesahan dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan perkawinan antara ayah dan ibu dari anak luar kawin yang diakui tadi atau dengan surat pengesahan.

Pasal 272 KUHPerdata: ”Kecuali anak-anak yang dibenihkan dalam zinah atau dalam sumbang, tiap-tiap anak yang diperbuahkan diluar perkawinan, dengan kemudian kawinnya bapak dan ibunya, akan menjadi sah, apabila kedua orang tua itu sebelum kawin telah mengakuinya menurut ketentuan-ketentuan undang-undang atau apabila pengakuan itu dilakukan dalam akta perkawinan sendiri.

Jadi, setelah anak luar kawin diakui, maka anak luar kawin yang diakui tersebut dapat berubah status menjadi anak sah, apabila setelah diakui, kedua orang tuanya itu menikah.

Apabila kedua orang tua tadi lupa / tidak mengakui anak luar kawinnya itu dan kemudian menikah, maka anak luar kawin tadi dapat menjadi anak sah dengan surat pengesahan sesuai pasal 274 KUHPerdata, ”Jika kedua orang tua sebelum atau tatkala berkawin telah melalaikan mengakui anak-anak mereka luar kawin, maka kelalaian ini dapat diperbaiki dengan surat pengesahan Presiden, yang mana akan diberikan setelah didengarnya nasihat Mahkamah Agung.

Demikian penjelasan singkat dari saya, semoga bermanfaat. Tuhan Yesus memberkati.

Sumber:

  • KUHPerdata
  • Buku ”Konsultasi Hukum (Kumpulan Konsultasi Hukum di Majalah Forum Keadilan)” oleh Junimart Girsang SH.,MBA.,MH. Penerbit: Forum Media Utama.

Aksi

Information

2 responses

4 08 2011
eben moreno

artikel yang sangat menarik.
namun bagaimana jika dalam kasus tersebut didapati sang ibu ( yang berdasarkan UU yg tertera diatas mempunyai hubungan perdata dengan sang anak ) memiliki reputasi tidak baik? contohnya saja, sang ibu berselingkuh, atau pernah bertindak sesuatu hal yang tidak terpuji, apakah keluarga dari ayah ( pria ) berhak untuk mengasuh dan mengambil alih anak tersebut?
terimakasih🙂

4 08 2011
marsel afredo rezky tampubolon

Terima Kasih kepada sdr. Eben Moreno yang sudah berpartisipasi dalam blog ini. Berikut jawaban saya atas pertanyaan saudara.

UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 43 ayat (1), ”Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya.” jelas dari pasal ini menjelaskan bahwa sang anak luar kawin berhubungan perdata hanya dengan ibu dan keluarga ibunya. Ia tidak berhubungan perdata dengan ayahnya apalagi keluarga ayahnya. Jika ia tidak diakui oleh ayahnya, maka hal yang demikian tetap berlaku. Perlu dicatat, bahwa ayah sang anak luar kawin dianggap orang lain selama ia tidak mengakui anak itu. Ayah biologis itu tidak punya kekuasaan atau hubungan perdata dengan si anak, apalagi keluarga si ayah. karena itu, perwalian di atas

berdasarkan pertanyaan anda, bagaimana jika ibunya punya reputasi tidak baik. Undang-undang Perkawinan (UU No. 1 tahun 1974) mengatur bahwa kekuasaan orang tua dapat dicabut atas anak atas alasan tertentu berdasarkan UU No. 1 tahun 1974 Pasal 49 ayat (1) :

Salah seorang atau kedua orang tua dapat dicabut kekuasaannya terhadap seorang anak atau lebih untuk waktu yang tertentu atas permintaan orang tua yang lain, keluarga anak dalam garis lurus ke atas dan saudara kandung yang telah dewasa atau pejabat yang berwenang, dengan keputusan Pengadilan dalam hal-hal:
a. Ia sangat melalaikan kewajibannya terhadap anaknya;
b. Ia berkelakuan buruk sekali.

Apabila sang ibu memenuhi syarat di atas, maka ia dapat dicabut kekuasaannya dengan keputusan pengadilan. lalu, sang anak akan berada di bawah kekuasaan wali. UU No. 1 tahun 1974 Pasal 51 ayat (2) menyatakan, “wali sedapat-dapatnya diambil dari keluarga anak tersebut atau orang lain yang sudah dewasa berpikiran sehat, adil, jujur, dan berkelakuan baik.

Demikian jawaban saya, Semoga bermanfaat. Tuhan Yesus memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: