Barang Yang Sudah Di Beli Tidak Dapat Dikembalikan? Apakah sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen?

28 01 2010

Beberapa kali saya (bahkan mungkin juga anda) ketika hendak membeli suatu barang, saya menemukan sebuah tulisan yang dibuat dan ditempatkan oleh pemilik atau pedagang di tempat tersebut. Tulisan itu berbunyi, ”Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan”.

Membaca tulisan tersebut saya merasa harus memeriksa barang yang hendak saya beli dengan ekstra hati-hati. Jangan sampai barang yang saya beli ternyata ada kecacatan, karena jika hal itu terjadi maka barang itu tidak dapat dikembalikan.

Pada tanggal 20 April 1999, lahir sebuah Undang-Undang, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. UU ini sangat bagus dan memberi manfaat serta perlindungan kepada konsumen yang merupakan pihak yang sering dirugikan dengan barang dan/atau jasa yang dihasilkan oleh Pelaku Usaha.

Menurut UU Perlindungan Konsumen, tulisan di atas tersebut disebut sebagai Klausula Baku (Pasal 1 angka 10 UUPK). UU Perlindungan Konsumen juga mengatur mengenai klausula baku yang dibuat sepihak oleh Pelaku Usaha.

Di dalam Pasal 18 ayat (1) huruf b dan c, diatur bahwa Pelaku Usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila:

  • menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali barang yang dibeli konsumen;
  • menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali uang yang dibayarkan atas barang dan/atau jasa yang dibeli oleh konsumen;

Ketentuan di atas dengan jelas menyatakan bahwa klausula baku yang menyatakan bahwa pelaku berhak menolak penyerahan kembali barang yang dibeli konsumen itu tidak boleh. Dalam Pasal 18 ayat (3) UUPK, menyatakan bahwa ketentuan di atas tersebut batal demi hukum.

Ternyata pelanggaran atas ketentuan di atas memiliki sanksi pidana loh. Dalam Pasal 62 ayat (1), dinyatakan bahwa pelaku usaha yang melanggar ketentuan Pasal 18 di atas, dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak 2 miliar rupiah.

Menakjubkan bukan? UUPK telah memberikan perlindungan hukum bagi konsumen. Sekarang, sudah jelas bahwa barang yang kita beli dapat dikembalikan. Tetapi ingat, kita harus membeli ataupun mengembalikan barang tersebut dengan itikad baik.

Pelaku usaha pun dalam hal ini dibebaskan dari tanggung jawab atas kerugian yang diderita konsumen, apabila:

  • barang tersebut terbukti seharusnya tidak diedarkan atau tidak dimaksudkan untuk diedarkan;
  • cacat barang timbul pada kemudian hari;
  • cacat timbul akibat ditaatinya ketentuan mengenai kualifikasi barang;
  • kelalaian yang diakibatkan oleh konsumen;
  • lewatnya jangka waktu penuntutan 4 (empat) tahun sejak barang dibeli atau lewatnya jangka waktu yang diperjanjikan

nah, berarti setiap konsumen yang beritikad baik dalam membeli, tidak perlu was-was lagi. Pelaku usaha pun juga sudah semakin jelas dilindungi dari konsumen yang beritikad tidak baik.

Kita kembali ke pertanyaan yang tercantum di judul tulisan ini. Barang yang sudah di beli tidak dapat dikembalikan? Apakah sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen? Jawabannya adalah tidak.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: