Keefektifitas-an Wakil Menteri

12 11 2009

Pada Rabu, 11 November 2009 Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melantik 5 orang Wakil Menteri yang bertugas untuk membantu para menteri dalam melaksanakan tugasnya.

Kelima Wakil Menteri yang dilantik Presiden pada tanggal di atas adalah Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, dan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar. Pelantikan itu adalah pelantikan gelombang pertama dari rencana 11 orang wakil menteri yang akan dilantik oleh Presiden SBY. Kelima Wakil Menteri tersebut berasal dari orang-orang professional, bukan parpol.

Ketentuan mengenai Wakil Menteri diatur dalam UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Pasal 10 UU No. 39 Tahun 2008 mengatur dalam hal terdapat beban kerja yang membutuhkan penanganan secara khusus,”Presiden dapat mengangkat wakil menteri pada kementerian tertentu.” Pengangkatan dan penentuan kementerian mana yang memerlukan wakil menteri adalah mutlak wewenang presiden sepenuhnya.

Banyak opini yang berkembang di masyarakat, antara lain:

  • Wakil menteri diangkat karena presiden tidak percaya akan kualitas para menteri yang berasal dari partai politik
  • Pengangkatan wakil menteri hanya sebagai balas jasa atas keberhasilan di pemilu.
  • Ada juga masyarakat yang setuju dan mengatakan bahwa wakil menteri memang diangkat karena tugas kementerian itu sangat banyak.

Bagi saya sendiri, pengangkatan Wakil Menteri memiliki arti yang cukup kompleks. Di satu sisi saya tidak setuju karena pengangkatan wakil menteri itu berarti akan menimbulkan tumpang-tindih kekuasaan antara menteri dan wakil menterinya. Kedua, kemungkinan akan menimbulkan bias antar tugas dan wewenang wakil menteri dengan dirjen dalam departemen itu. Yang ketiga, anggaran negara pun akan keluar untuk para wakil menteri itu yang sebenarnya bisa dihemat kalau menteri dan segenap staf kementerian sangat berkompeten dan efisien dan diimbangi dengan kinerja dirjen.

Tetapi, di pihak lain saya mencoba berpikir positif di mana kementerian mungkin memang membutuhkan wakil menteri untuk menangani permasalahan Indonesia yang kompleks yang memiliki penduduk lebih dari dua ratus juta jiwa.

Di atas semuanya itu, biarlah masyarakat yang menilai, mengawasi kinerja para pemimpin kita dan para wakil menteri yang ada. Apakah mereka dapat bekerja secara efektif atau tidak. Biarlah kita sama-sama kritis terhadap setiap kinerja mereka sehingga mereka memang bernar-benar bekerja untuk rakyat.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: